Kamis, 14 Juni 2012

Sidharta Budha Gautama adalah Nabi Dzul Qifli


Sidharta Budha Gautama adalah Nabi Dzul Qifli

Benarkah Buddha adalah Nabi Zulkifli as?Apakah bukti Buddha adalah Nabi Zulkifli? Kalau kita simak dan pelajari riwayat hidup kedua tokoh ini, maka ada kemungkinan 90% mereka adalah orang yang sama. 1. Menurut Abu'l Kalam Azad (seorang Urdu scholar), Sang Buddha (Buddha Shakyamuni) yang dikenal sebagai guru suci bagi umat Buddha tidak lain adalah Nabi Zulkifli as, yg dalam Al-Quran disebut sebagai Nabi yg memiliki tingkat kesabaran yang tinggi, dan sangat baik. Dalam bahasa Arab Zulkifli sendiri berarti "orang yg berasal dari Kifl". Sedangkan Kifl itu sendiri, masih menurut Kalam Azad, merupakan nama Arab untuk Kapila (singkatan dari Kapilavastu).2. Buddha Maitreya yang dikenal dalam agama Buddha sebagai "Buddha yang akan datang" menurut beberapa analisa tidak lain adalah Nabi Muhammad saw. Dalam kitab Chakkavatti Sinhnad Suttanta D. III, 76 bisa ditemukan: "There will arise in the world a Buddha bernama Maitreya (the benevolent one) a holy one, a supreme one, an enlightened one, endowed with wisdom in conduct, auspicious, knowing the universe".







SIAPAKAH NABI ZULKIFLI Zulkifli berarti sanggup menjalankan amanah raja. Menurut cerita, raja di negeri itu sudah lanjut usia dan ingin mengundurkan diri dari menjadi pemerintah, tetapi beliau tidak memiliki anak. Justru, raja itu berkata di muka umum: "Wahai rakyatku! Siapakah antara kamu yang sanggup berpuasa di siang hari dan beribadah pada waktu malam. Selain itu, selalu bersabar ketika menghadapi urusan, maka akan aku serahkan kerajaan ini kepadanya. " Tidak ada seorang pun menyahut penawaran raja itu.Sekali lagi raja berkata: "Siapakah diantara kamu yang sanggup berpuasa di waktu siang dan beribadah pada malamnya serta sanggup bersabar?" Sejurus itu, Basyar dengan suara yang lantang menyatakan kesanggupannya. Dengan keberanian dan kesanggupan Basyar melaksanakan amanah itu beliau diberi gelar Zulkifli. Beliau juga adalah nabi yang cukup sabar seperti firman Allah, artinya: "Ismail, Idris dan Zulkifli adalah orang yang sabar dan Kami beri rahmat kepada semua karena mereka orang yang suka bersabar." SIAPAKAH Siddhartha Gautama Pada akhir abad ketujuh SM (tahun 623 SM), lahirlah seorang yang bernama Siddhartha Gautama di kota Kapilavastu / Kapilavathu (Kapil, lidah Arab menyebut Kafil @ Kafli). Siddhartha Gautama adalah putera ke Raja Suddhodana dan Ratu Maha Maya. Raja Suddhodana dari keturunan suku Sakyas, dari keluarga kesastrian dan memerintah Sakyas terdekat negeri Nepal. Sedangkan Ratu Maha Maya pula adalah putri ke Raja Anjana yang memerintah kaum Koliya di kota Devadaha. Sebelum kelahiran Buddha: Permaisuri bermimpi dibawa oleh 4 orang dewa ke sebuah gunung yang tinggi. Kemudian, permaisuri melihat seekor gajah putih yang cantik. Pada belalai gajah itu terdapat sekuntum bunga teratai. Gajah mengelilinginya 3 kali sebelum masuk ke dalam perut permaisuri.MAKSUD ISTILAH BUDDHA Dalam agama Buddha, kata Buddha berarti 'seorang yang bijaksana' atau 'dia yang mendapat petunjuk'. Terkadang istilah ini digunakan dengan maksud 'nabi'. Gautama Buddha pernah menceritakan kedatangan seorang antim Buddha.Kata antim berarti 'yang terakhir' dan antim Buddha berarti 'nabi yang terakhir' (antim terakhir yang dimaksud adalah Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir). Pada saat kematian Gautama Buddha, beliau memberitahukan hal ini kepada pengikut setianya bernama Ananda. Makna "Nabi" dalam bahasa Arab (berasal dari kata naba yang berarti "dari tempat yang tinggi"; karena itu orang 'yang di tempat tinggi' dapat melihat tempat yang jauh). Nabi dalam bahasa Arab sinonim dengan kata Buddha sebagaimana yang dipahami oleh para penganut Buddha. Sinonimnya pengertian ini dapat diringkas sebagai "Seorang yang diberi petunjuk oleh Tuhan sehingga mendapat kebijaksanaan yang tinggi menggunung". RINGKASAN KISAH SIDDARTHA Gautama Kelahiran Bodhisatta (Bodhisattva, bakal Buddha atau bakal mencapai Pencerahan) pada tanggal 623 SM pada bulan purnama Vesak. Setelah saja Bodhisatta dilahirkan, Ratu Maha Maya mangkat setelah tujuh hari melahirkan anak. Pada hari kelahiran Bodhisatta telah disadari secara gaib oleh seorang tua yang sedang bertapa di kaki gunung Himalaya yang digelar Asita Bijaksana (nama aslinya Kala Devala). Asita bergegas ke istana pada keesokannya untuk melihat dan menilik putra Raja Suddhodana. Asita menemukan ada 32 tanda utama dan 80 tanda kecil menunjukkan Bodhisatta bakal menjadi Manusia Agung dan Guru Agung kepada manusia dan dewa-dewa (ie Jin dan Malaikat, kelemahan umat Hindu dan Buddha adalah tidak dapat bedakan antara Jin dan Malaikat yang keduanya disebut DEWA-DEWA). Asita menangis karena sedih tidak sempat mendengar ucapan dan pengajaran Buddha di masa akan datang, beliau kemudian berlutut tunduk hormat kepada bayi Bodhisatta. Pernyataan terakhir Asita adalah Bodhisatta hanya akan menjadi salah satu dari dua yaitu jika ia tetap tumbuh dalam istana dia akan menjadi Kaisar Agung sedangkan kalau dia berhasil lari dari istana maka dia akan menjadi Mahaguru Agung. Upacara menamakan putra raja diadakan pada hari kelima setelah Boddhisatta dilahirkan. Pada akhir acara itu, 108 orang bijaksana memutuskan nama yang sesuai untuk putera raja yaitu Siddhartha Gautama yang berarti 'Cita-Cita Terkabul'. Siddhartha kemudian tumbuh di istana dan belajar kepada seorang guru istana bernama Sirva Mitra. Ia menjadi siswa yang luar biasa pintar dan mahir dengan ilmu militer.Yang menjadi keheranan bagi orang disekeliling dan gurunya adalah sifat Siddharta yang sensitif terhadap penganiayaan sampai tidak ada seorang pun yang beliau lihat menganiaya binatang kecuali mencegahnya segera. Bahkan beliau sangat bersedih melihat para petani bekerja keras membajak tanah dibawah terik matahari menyebabkannya lari ketempat lain ke sebuah pohon (Tiin-Bodhi) dan duduk di sana secara bertafakur (samadhi) untuk membuang stress. PERSAMAAN NABI ZULKIFLI DENGAN SIDDARTHA Gautama Maka berbalik ke maudhu 'pembahasan, benarkah Buddha itu disebut dalam Al-Qur'an?Sebenarnya tidak ada kata-kata "Buddha" dalam Al-Qur'an, namun menurut Dr. Alexander Berzin bahwa terdapat catatan para sejarawan dan peneliti yang mengaitkan beberapa ayat Al-Qur'an dengan Sang Buddha, yaitu pada maksud ayat; "Demi (buah) Tin (fig) dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka untuk mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya? "(At-Tin 95: 1) Ia menjelaskan bahwa buah Zaitun melambangkan Yerusalem, Isa as (Yesus, Kristen). Bukit Sinai melambangkan Musa as dan Yahudi. Kota Mekah menunjukkan Islam dan Muhammad SAW. Sedangkan pohon Tin (fig) pula melambangkan apa? Tin (fig) = Pohon Bodhi Pohon Bodhi adalah tempat Buddha mencapai Pencerahan Sempurna. Al-Qasimi di dalam tafsirnya berpendapat bahwa sumpah Allah SWT dengan buah tin yang dimaksud ialah pohon Bodhi.Prof. Hamidullah juga berpendapat sama dengan al-Qasimi bahwa perumpamaan pohon (buah) tin (fig) di dalam Al-Qur'an ini menunjukkan Buddha itu sendiri, maka dari sinilah mengapa sebagian ilmuwan Islam meyakini bahwa Buddha telah diakui sebagai nabi di dalam agama Islam. Sedangkan Hamid Abdul Qadir, seorang sejarawan abad ke-20 mengatakan dalam bukunya Buddha Yang Agung: Riwayat dan Ajarannya (Arab: Budha al-Akbar Hayatuh wa Falsaftuh), menjelaskan bahwa Buddha adalah nabi Dhul-Kifl, yang berarti "ia yang berasal dari Kifl ". Nabi Dhul-Kifl @ Zulkifli disebutkan 2 kali dalam Al-Qur'an: "Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli (Dhul Kifl). Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. "(Al-Anbiya '21: 85). "Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, dan Dzulkifli (Dhul Kifl).Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik. "(Shad 38: 48). KESIMPULAN "Kifl" adalah terjemahan Arab dari Kapilavastu (Kapil), tempat kelahiran Bodhisattva (Buddha). Hal ini juga yang mungkin menyebabkan Mawlana Abul Azad seorang ahli teologi Muslim abad ke-20 juga menekankan bahwa Dhul-Kifl dalam Al-Qur'an bisa jadi adalah Buddha. Dalam sejarah Islam, Nabi Zulkifli as adalah antara nabi yang memiliki cerita yang paling sedikit dibicarakan. Hal ini mungkin menjadi faktor ke sebagian ulama 'menyamakan karakter Dzul-Kifli dalam Al-Qur'an dengan Buddha yang secara kebetulan banyak persamaan jika disuaikan. Yang menarik perhatian saya adalah mengenai surat at-tin (the fig). Allah berfirman tentang pohon / buah tin, pohon / buah zaitun, bukit sinai dan kota mekah.Mekkah dikaitkan dgn Nabi Muhammad saw, Bukit Sinai dengan Musa, zaitun dengan Nabi Isa as, dan siapa pula dikaitkan dengan buah atau pohon tin? Dikatakan dalam sejarah bahwa Gautama Buddha duduk dibawah pohon tin. Kalau ikut istilah islam, dia dapat wahyu waktu duduk bawah pohon tersebut. Ikut tulisan orang Buddhist, dia dapat ilham waktu duduk bawah pohon tersebut. Bila Allah berfirman: "Wattiini wazaitun. watuurisinina wahazal baladil amin. " Allah menyebut perihal Nabi-Nabi-Nya. Tiin (Nabi Zulkifli-Buddha), Zaitun (Isa as), Siniina-bukit Sinai (Nabi Musa) dan Baladil amin-Tanah yang aman dan selamat (Mekkah) - Nabi Muhammad saw. ia ikut urutan, hebatnya Qur'an sebagai kalimat Tuhan urutan sejarah riwayat Nabi-Nya. Mari kita sama-sama pikirkan. HANYA ALLAH YANG MAHA MENGETAHUI. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar? boleh, boleh, boleh!