Sabtu, 26 Mei 2012

Inilah 10 Kebohongan Israel dalam menjajah Palestina


Inilah 10 Kebohongan Israel dalam menjajah Palestina

1. - Israel mengklaim bahwa pembentukan negara Yahudi itu merupakan reaksi atas pembunuhan massal pada Perang Dunia II. - Tapi fakta bahwa konsep negara Israel sudah dimunculkan pada Kongres Zionis I di Basel tahun 1897, jauh sebelum Perang Dunia II meletus. 2. - Warga Yahudi membutuhkan kembali ke tanah leluhurnya, karena di tahun 70 M mereka terusir. - Tapi fakta menurut sejarawan Yahudi, Shlomo Sand, juga yang lain yakin bahwa tidak ada eksodus, sehingga istilah 'kembali' tidak lagi dibutuhkan hanya bualan.
3. - Pernyataan bahwa saat diduduki, Palestina adalah wilayah tak berpenghuni. - Padahal, fakta catatan sejarah menunjukkan abad ke-19, hasil pertanian Palestina telah diekspor ke berbagai negara, termasuk Perancis.
 4. - Israel menyatakan bahwa warga Palestina pergi dengan kerelaan untuk meninggalkan kampung halamannya. Kabar bohong ini terus dihembuskan Israel. - Tapi kesaksian Illan Pappe dan Benny Morris, pengamat sejarah, bahwa warga Palestina terusir dengan pemaksaan dan kekerasan perang.
 5. - Israel senantiasa mendengungkan satu-satunya negara demokratis di kawasan Timur Tengah. - Faktanya, Israel dipimpin rezim tanpa hukum batas wilayah. Rezim Israel selalu menggerakkan rakyat untuk berekspansi / perluasan dengan mencaplok wilayah-wilayah di sekitarnya. Hukum yang mereka gunakan juga sangat rasis, hanya memihak Yahudi dan Zionis.
 6. - Israel selalu menyebut bahwa dukungan Amerika Serikat (AS) datang untuk menegakkan demokrasi. - Padahal ini omong kosong, karena dana yang dikirim AS senilai 3 miliar dolar AS per tahun adalah untuk menyerang, membunuh, memperkosa warga dan anak-anak negara tetangga Israel dan meluncurkan aliran minyak dari Timur Tengah. 
7. - Konsultasi yang digagas AS untuk mendamaikan Israel dan Palestina adalah pura-pura. - Tapi Mantan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Javier Solana, jelas-jelas pernah mengatakan bahwa Israel adalah anggota ke-21 Uni Eropa. Sebaliknya, dia tidak pernah mau mengakui Palestina. Eropa juga merestui penyerangan Israel ke Gaza.
 8. - Istilah anti-semit menjadi alat kebohongan untuk Israel. Semua pengritik Israel dianggap anti-semit, meski sesunggunya mereka mengkritik rezim yang diskriminatif dan rasis. 
9. - Isu terorisme juga didorong untuk terus memojokkan Palestina, Bantuan kemanusiaan, perjuangan Hamas untuk mengusir penjajahan dianggap sebagai aksi terorisme. - Padahal pendudukan Israel-lah yang sebenarnya bentuk nyata aksi terorisme terlembaga yang didukung negara-negara raksasa.
10. - Israel dan para pendukungnya terus mengkampanyekan bahwa masalah Palestina tidak akan pernah bisa terselesaikan dengan menebar kebencian pada Israel. - Padahal, satu-satunya solusi yang bisa menyelesaikan adalah dengan membangkitkan publik untuk menekan AS dan negara-negara di Eropa yang mendukung Israel, juga mendorong media untuk memberitakan secara jujur ​​kondisi yang terjadi di Palestina. ........ demikain fakta 10 kebohongan besar yang sengaja disebar Israel untuk menjajah Palestina, sebagaimana dalam buku obyektif berjudul 'Israel, let' s talk about It 'dari seorang penulis juga jurnalis Belgia, Michel Collon Dalam buku itu dia mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun media Barat mengambil dusta untuk mendukung keberadaan Israel. Dan selalu disiarkan oleh media-media Barat pada umumnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar? boleh, boleh, boleh!