Minggu, 27 Mei 2012

Keutamaan-Keutamaan Dalam Bersedekah


03:22

Keutamaan-Keutamaan Dalam Bersedekah

Keutamaan-Keutamaan Dalam BersedekahDalam Al Qur'an Allah SWT berfirman:
مثل ٱلذين ينفقون أموالهم فى سبيل ٱلله كمثل حبة أنبتت سبع سنابل فى كل سنبلة مئة حبة وٱلله يضاعف لمن يشآء وٱلله واسع عليم

Artinya: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. " (QS Al Baqarah: 261). Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; bagai sebutir benih yang ditanam akan menghasilkan tujuh cabang, yang pada tiap-tiap cabang itu terjurai seratus biji. Selain itu seorang hamba akan mencapai hakikat kebaikan dengan sedekah sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT:


لن تنالوا ٱلبر حتى تنفقوا مما تحبون وما تنفقوا من شيء فإن ٱلله به عليم

Artinya: "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya."(QS Ali Imran: 92) Tapi, entah mengapa sebagian manusia justru merasa berat dan susah jika menyisihkan sebagian harta dan perhiasan-perhiasan duniawi yang mereka miliki. Harta yang dikumpulkan dengan susah payah itu, dianggap sebagai miliknya dan tidak ada untungnya jika harus dibagi atau diberikan kepada orang lain.Alasannya takut merugi dan kehilangan jika harus membagi sebagian harta yang telah dikumpulkannya itu. Padahal, dalam setiap harta yang dikumpulkan seseorang, ada hak untuk mereka yang membutuhkan dan membutuhkan adalah satu sunnah Rasulullah-shallallahu 'alaihi wa sallam-yang harus diamalkan. Tapi, sifat kikir, merasa rugi dan juga takut miskin kerap menjadi penghalang untuk seseorang untuk membagikan hartanya yang dimiliki, apalagi sesuatu yang sangat dicintai. Padahal, di balik uluran tangan atau menyedekahkan harta itu ada keutamaan yang Allah SWT janjikan. Apa prioritas dari janji itu ketika seseorang ringan tangan dalam bersedekah? Ali bin Muhammad Ad-Dahhami buku Sedekahlah, Maka Kau Akan Kaya (Daar An-Naba ': 2007) membeberkan keutamaan sedekah dan manfaatnya yang digali dari beberapa hadits. Adapun prioritas itu antara lain; sedekah dapat memadamkan kemarahan Allah SWT, dapat menghapus kesalahan, perisai dari api neraka, mengobati penyakit hati, menolak berbagai macam bala ', melipatgandakan pahala, dan masih banyak lagi. Ia juga menjelaskan bagaimana cara melaksanakan sedekah yang paling utama, adab-adab dalam bersedekah, serta beberapa contoh dan teladan dalam bersedekah. Selain itu, sedekah juga bisa menambahkan kekayaan. Bahkan orang yang bersedekah di waktu pagi, maka dia akan diselamatkan dari bencana alam sepanjang hari itu. Dan jika orang bersedekah pada awal malam, dia akan diselamatkan dari bencana disepanjang malam. Dengan sedekah, sakit pun bisa sembuh. Karena itu, kalau orang memenuhi kebutuhan rumah tangga seorang Muslim, menyelamatkan mereka dari kelaparan, memberi mereka pakaian dan melindungi kehormatan mereka, amalnya lebih baik dibandingkan berhaji sebanyak tujuh kali. Padahal, berhaji itu lebih baik dibandingkan dengan memerdekakan tujuh puluh budak dan orang yang membebaskan budak, maka Allah akan membebaskan setiap tubuhnya dari api neraka untuk satu anggota tubuh seorang budak yang dibebaskan itu. Karena itulah, kita tak lagi asing mendengar kisah para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang sangat ringan tangan dalam bersedekah. Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu'anhu telah menginfakkan seluruh hartanya dalam suatu kesempatan, dan Umar Radhiallahu'anhu menginfakkan separoh hartanya, sedangkan Utsman Radhiallahu'anhu menyiapkan bekal seluruh pasukan al-'usrah. Jika kita merasa berat dengan sedekah harta, ada banyak bentuk sedekah lain yang bisa kita lakukan. Salah satunya adalah sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa "Senyum di hadapan saudaramu adalah sedekah" (HR Muslim). Nah, semoga kita bisa meneladani apa yang dicontohkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya untuk mendapatkan balasan yang sudah dijanjikan Allah SWT dan sejumlah keutamaan di balik sedekah itu. Amin!! Beberapa Keutamaan lainnya dari bersedekah adalah sebagai berikut: 1. Dari Abu Hurairah-radhiyallahu 'anhu-., Nabi-sholallahu' alaihi wasallam-. bersabda, "Seandainya aku memiliki emas sebesar gunung Uhud, sungguh aku gembira saat ia tidak tertinggal di sisiku selama tiga malam, kecuali aku sediakan untuk membayar utang." (HR. Bukhari, Misykat) 2. Abu Hurairah-radhiyallahu 'anhu-. berkata bahwa Nabi-sholallahu 'alaihi wasallam-. bersabda, "Ketika seorang hamba berada pada waktu pagi, dua malaikat akan turun kepadanya, lalu salah satu berkata, 'Ya Allah, berilah pahala kepada orang yang menginfakkan hartanya.'Kemudian malaikat yang satu berkata, 'Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil. " (HR. Muttafaq 'Alaih-Misykat). 3. Dari Abu Umamah-radhiyallahu 'anhu-., Nabi-sholallahu' alaihi wasallam-. bersabda, "Wahai anak Adam, seandainya engkau berikan kelebihan dari hartamu, yang demikian itu lebih baik bagimu. Dan seandainya engkau kikir, yang demikian itu buruk bagimu. Menyimpan sekadar untuk kebutuhan tidaklah dicela, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu." (HR. Muslim, Misykat). 4. Dari Uqbah bin Harits-radhiyallahu 'anhu-., Ia berkata, "Saya pernah shalat Ashar di belakang Nabi-sholallahu' alaihi wasallam-., Di Madinah. Setelah salam, beliau berdiri dan berjalan dengan cepat melewati bahu orang-orang, kemudian ia masuk ke kamar salah seorang istri beliau, sehingga orang-orang terkejut melihat perilaku beliau-sholallahu 'alaihi wasallam-. Ketika Rasulullah-sholallahu' alaihi wasallam-. keluar, ia merasakan bahwa orang-orang merasa heran atas perilakunya, lalu beliau bersabda, 'Aku teringat sekeping emas yang tertinggal di rumahku. Aku tidak suka kalau ajalku tiba nanti, emas tersebut masih ada padaku sehingga menjadi penghalang bagiku ketika aku ditanya di hari Hisab nanti. Oleh karena itu, aku memerintahkan agar emas itu segera dibagi-bagikan. " (HR. Bukhari-Misykat). 5. Dari Abu Hurairah-radhiyallahu 'anhu-., Ia berkata bahwa seseorang telah bertanya kepada Nabi-sholallahu' alaihi wasallam-., "Ya Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling besar pahalanya?" Rasulullah-sholallahu 'alaihi wasallam-. bersabda, "Bersedekah di waktu sehat, takut miskin, dan sedang berangan-angan menjadi orang yang kaya. Janganlah kamu memperlambatnya sehingga maut tiba, lalu kamu berkata, 'Harta untuk Si Fulan sekian, dan untuk Si Fulan sekian, padahal harta itu telah menjadi milik Si Fulan (ahli waris). " (HR Bukhari, Muslim-Misykat). 6. Abu Hurairah-radhiyallahu 'anhu-. berkata bahwa sesungguhnya Rasulullah-sholallahu 'alaihi wasallam-. bersabda, "Seorang laki-laki dari Bani Israel telah berkata, 'Saya akan bersedekah.' Maka pada malam hari ia keluar untuk bersedekah dan ia telah menyedekahkannya (tanpa sepengetahuannya) ke tangan seorang pencuri. Pada keesokan harinya, orang-orang membicarakan peristiwa itu, yakni ada seseorang yang menyedekahkan hartanya kepada seorang pencuri. Maka orang yang bersedekah itu berkata, " Ya Allah, segala puji bagi-Mu, sedekah saya telah jatuh ke tangan seorang pencuri. "Kemudian ia berkeinginan untuk bersedekah lagi. Kemudian ia bersedekah secara diam-diam, dan ternyata sedekahnya jatuh ke tangan seorang wanita (ia beranggapan bahwa seorang wanita tidaklah mungkin menjadi seorang pencuri). Pada keesokan paginya, orang-orang kembali membicarakan peristiwa semalam, bahwa ada seseorang yang bersedekah pada seorang pelacur. Orang yang memberi sedekah tersebut berkata, "Ya Allah, segala puji! untuk-Mu, sedekah saya telah sampai ke tangan seorang pezina. "Pada malam ketiga, ia keluar untuk bersedekah secara diam-diam, akan tetapi sedekahnya sampai ke tangan orang kaya. Pada keesokan paginya, orang-orang berkata bahwa seseorang telah bersedekah kepada seorang kaya. Orang yang telah memberi sedekah itu berkata, "Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Sedekah saya telah sampai kepada seorang pencuri, pezina, dan orang kaya. "Pada malam berikutnya, ia bermimpi bahwa sedekahnya telah dikabulkan oleh Allah-Ta'ala-. Dalam mimpinya, ia telah diberitahu bahwa wanita yang menerima sedekahnya tersebut adalah seorang pelacur, dan ia berbuat kejahatan karena kemiskinannya. Akan tetapi, setelah menerima sedekah tersebut, ia berhenti dari perbuatan dosanya. Orang yang kedua adalah orang yang mencuri karena kemiskinannya. Setelah menerima sedekah tersebut, pencuri tersebut berhenti dari perbuatan dosanya. Orang yang ketiga adalah orang yang kaya, tetapi ia tidak pernah ber! sedekah. Dengan menerima sedekah tersebut, ia telah mendapat p! elajaran dan telah timbul perasaan di dalam hatinya bahwa dirinya lebih kaya dari orang yang memberikan sedekah tersebut. Ia berniat ingin memberikan sedekah lebih banyak dari sedekah yang baru saja ia terima. Kemudian, orang kaya itu mendapat taufik untuk bersedekah. " (HR. Kanzul-'Ummal) 7. Dari Ali-radhiyallahu 'anhu-., Rasulullah-sholallahu' alaihi wasallam-. bersabda, "Segeralah bersedekah, sesungguhnya musibah tidak dapat melintasi sedekah." (HR. Razin, Misykat) 8. Dari Abu Hurairah-radhiyallahu 'anhu-., Rasulullah-sholallahu' alaihi wasallam-. bersabda, "Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Allah-Ta'ala-. akan menambah kemuliaan kepada hamba-Nya yang pemaaf. Dan untuk hamba yang tawadhu 'karena Allah-Ta'ala-., Allah-Ta'ala-. akan mengangkat (derajatnya). " (HR. Muslim; Misykat) 9.Abu Hurairah-radhiyallahu 'anhu-. berkata bahwa Nabi-sholallahu 'alaihi wasallam-. bersabda, "Ketika seseorang sedang berada di padang pasir, tiba-tiba ia mendengar suara dari awan, 'Curahkanlah ke kebun Fulan.' Maka bergeraklah awan itu, kemudian turun sebagai hujan di suatu tanah yang keras berbatuan. Lalu, salah satu tumpukan dari tumpukan bebatuan tersebut menampung seluruh air yang baru saja turun, sehingga air mengalir ke suatu arah. Ternyata, air itu mengalir di sebuah tempat di mana seorang laki-laki berdiri di tengah kebun miliknya sedang meratakan air dengan cangkulnya. Lalu orang tersebut bertanya kepada pemilik kebun, "Wahai hamba Allah, siapakah namamu?" Ia menyebutkan sebuah nama yang pernah didengar oleh orang yang bertanya tersebut dari balik mendung. Kemudian pemilik kebun itu balik bertanya, "Mengapa engkau menanyakan nama saya?" Orang itu berkata, "Saya telah mendengar suara dari balik awan, 'Siramilah tanah Si Fulan,' dan saya mendengar namamu disebut. Apaka! h sebenarnya amalanmu (sehingga mencapai derajat seperti itu)? "Pemilik kebun itu berkata," Karena engkau telah menceritakannya, saya pun terpaksa menjelaskan bahwa dari hasil (kebun ini), sepertiga bagian langsung saya sedekahkan di jalan Allah-Ta'ala-., sepertiga bagian lainnya saya gunakan untuk kebutuhan saya dan keluarga saya, dan sepertiga bagian lainnya saya pergunakan untuk kebutuhan kebun ini. "(Hr. Muslim, Misykat). Penulis: Fajar setiawan Sumber: sumber: http://www.fikirmuslim.com/ 2010/12/keutamaan-sedekah.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar? boleh, boleh, boleh!